Asma Alergi

Asma alergi adalah gejala asma yang memicu atau muncul sebagai reaksi alergi. Juga disebut asma yang diinduksi alergi.

Penderita asma jenis ini biasanya mulai mengalami gejala setelah menghirup udara yang mengandung alergen (alergen). Misalnya, asap rokok, polusi udara, serbuk sari, debu, bulu hewan dan banyak lainnya.

Ketika Anda terpapar alergen, sistem kekebalan tubuh akan menghasilkan senyawa yang disebut immunoglobulin E (IgE) untuk memerangi zat-zat yang sebenarnya tidak berbahaya. Produksi IgE yang berlebihan dalam tubuh dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan saluran udara. Akibatnya, Anda akan mengalami berbagai gejala seperti batuk, mengi dan sesak napas khas asma.

Penting bagi penderita asma untuk mengetahui jenis alergen apa yang mereka miliki. Selain memfasilitasi perawatan, ini juga dapat membantu mencegah kambuhnya gejala asma.
Seberapa umum kondisi ini?

Asma Alergi

Akademi Alergi, Asma & Imunologi Amerika melaporkan bahwa asma alergi adalah jenis asma yang paling umum. Diperkirakan lebih dari separuh penderita asma di seluruh dunia memiliki alergi.

Meskipun termasuk kondisi umum, asma jenis ini tidak boleh dianggap remeh. Tanpa perawatan yang tepat, seseorang dapat mengalami reaksi alergi yang parah. Dalam dunia medis kondisi ini disebut syok anafilaksis.

Jika syok anafilaksis telah terjadi, pasien harus segera menerima perawatan medis di rumah sakit terdekat. Terlambat untuk bantuan medis bisa berakibat fatal dan membahayakan tubuh pasien.

Kondisi ini dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko yang ada. Silakan berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.
Gejala
Apa saja gejala asma alergi?

Gejala alergi asma sama dengan gejala umum asma. Intensitas gejala yang dialami juga bervariasi pada setiap orang, dari yang ringan sampai yang parah. Itu tergantung pada seberapa baik sistem kekebalan bekerja untuk setiap orang.

Berikut adalah beberapa gejala asma alergi yang harus Anda waspadai:

dyspnoea
batuk
Rasa sesak di dada
Sesak napas
Sesak napas

Dalam beberapa kasus, gejala alergi asma sering disertai dengan serangkaian reaksi alergi seperti:

Gatal pada kulit
Ruam kemerahan muncul di kulit
Kulit terkelupas
Hidung beringus atau tertutup
Mata gatal dan berair
Mulut terasa gatal
Gatal pada hidung dan tenggorokan
Pembengkakan mulut, tenggorokan, atau bibir

Kapan harus ke dokter?

Jika tidak mungkin mengobati alergi menggunakan obat bebas yang dijual di apotek, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Anda juga harus mengunjungi dokter jika gejalanya mengganggu kualitas hidup Anda, mengurangi produktivitas di tempat kerja, sekolah atau mengganggu tidur.

Ingat, hanya Anda yang tahu cara kerja tubuh Anda. Jadi jangan ragu berkonsultasi dengan dokter kapan saja gejala yang tidak biasa terjadi.
Penyebab
Apa penyebab asma alergi?

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya. Zat ini disebut alergen. Ketika alergen dihirup, tubuh Anda secara otomatis akan menghasilkan antibodi IgE.

Antibodi ini melepaskan bahan kimia seperti histamin yang menyebabkan pembengkakan dan peradangan pada tubuh. Akibatnya, Anda akan mengalami serangkaian reaksi termasuk hidung tersumbat, mata berair, bersin, hingga kulit Anda gatal.

Bagi sebagian orang, reaksi ini juga dapat mempengaruhi paru-paru dan saluran udara. Otot-otot di sekitar saluran udara menyempit. Di sisi lain, saluran udara meradang dan diisi dengan lendir yang kental. Anda juga akan merasa lebih sulit bernafas dengan bebas.

Pernapasan Anda mungkin tampak lebih dangkal, lebih cepat dan tidak teratur. Dada Anda sangat sakit dan Anda akan mengalami batuk dan mengi.
Faktor risiko
Apa faktor risiko untuk asma alergi?

Hanya alergen inhalasi yang dapat menyebabkan asma alergi. Beberapa alergen yang dapat menyebabkan kondisi ini adalah:

Serbuk sari bunga, pohon, rumput, atau rumput liar ditiup angin.
jamur
Bulu binatang
tungau
bubuk
Kotoran kecoak

Selain alergen yang disebutkan di atas, asma jenis ini juga dapat dipicu oleh iritan seperti:

Asap rokok, perapian, lilin, dupa, kembang api, atau sampah yang terbakar
Polusi udara.
Bahan kimia dalam produk rumah tangga atau kosmetik yang mengiritasi dan secara tidak sengaja terhirup.
Parfum atau produk pewangi lainnya.

Baca Juga :